Kaji Ulang Manajemen ISO/IEC 17025 : 2017



Komitmen BPMHP Semarang untuk mengimplementasikan ISO/IEC 17025 : 2017 secara konsisten, memberikan kepuasan kepada pelanggan atau pemakai jasa (customer satisfaction) dan terus melakukan penyempurnaan (continuous improvement) dituangkan melalui kebijakan mutu yang dimiliki. Secara umum kebijakan mutu tersebut mengutamakan pelayanan bagi para pengguna berdasarkan kepedulian yang tinggi terhadap masalah mutu. Sebagai unit kerja yang menerapkan sistem manajemen mutu berdasarkan ISO/IEC 17025-2017

Sesuai dengan kebijakan mutu yang diterapkan, BPMHP Semarang melakukan kaji ulang manajemen mutu organisasi secara periodik untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan efektivitas yang berkelanjutan dalam rangka melihat, mengevaluasi hasil Audit Internal dan memperbaiki jika ada kekurangan dan mencegah terjadinya penyimpangan dari standar mutu yang telah ditetapkan, serta berusaha meningkatkan mutu yang berkelanjutan. Selain itu juga mengevaluasi sasaran mutu yang telah ditetapkan.


Kaji ulang manajemen tahun 2019 dilaksanakan pada hari Kamis – Jumat tanggal 26 – 27 September 2019 bertempat di Ruang Pertemuan ’Mutual Trust’ Pringsewu Lokawisata Baturraden, Purwokerto. Susunan acara sebagai berikut Paparan Manajer Puncak, Paparan Manajer Mutu, Paparan Manajer Teknis, Paparan Manajer Umum, Paparan Penyelia, Review Sasaran Mutu 2019, Penyusunan matriks Kaji Ulang Manajemen, Penyusunan Sasaran Mutu dan Program Kerja 2020, Evaluasi dan penutupan

===================================



BPMHP bergabung dalam Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) bersama dengan 8 OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta BPOM, Polda dan BPTP Jateng mengikuti kegiatan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu Tim JKPD dan menugaskan Wahyuni Setyawati, SP ; Mulyono, STP ; Eko Suhartono. Kunjungan lapangan pada  pada tanggal 10 September 2019 di Kota Pekalongan dengan lokasi Pasar Kraton (pasar tradisional), Superindo dan Transmart (pasar modern). Kunjungan 11 September 2019 di Kab Kudus dengan lokasi  Pasar Bitingan (Pasar Tradisional) dan Hypermart (Pasar Modern)



Telah dilakukan pengambilan contoh produk pada setiap titik kunjungan meliputi produk segar, produk kering dan olahan dan juga langsung melaksanakan pengujian di tempat parameter formalin. Hasil pengujian masih ditemukan Produk dengan hasil positif formalin dan telah ditindaklanjuti dengan memberikan pembinaan kepada penjual produk dan koordinasi dengan instansi terkait (petugas pasar kab)



===============================================
Survailen ISO/IEC 17025 : 2017


Dalam rangka menjamin bahwa sistem manajemen di Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) dioperasionalkan sesuai dengan standar dan personil mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dengan baik dan benar  seperti kriteria akreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional)  dari waktu ke waktu untuk itu dilakukan kegiatan Survailen. Aspek penting dalam kegiatan Survailen adalah penetapan kompetensi staf dan keabsahan teknis dari kegiatan laboratorium itu sendiri. Proses Survailen memerlukan penetapan professional dari assessor dan atau tenaga ahli. Dan bila manajer (teknis, mutu, umum) atau staf penting lainnya tidak kompeten atau apabila keabsahan teknis dari pengujian diragukan, maka ketidaksesuaian terhadap satu atau lebih elemen standar dapat ditetapkan.


Kegiatan Survailen dilaksanakan di Laboratorium Pengujian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Semarang selama 1 (satu) hari yaitu tanggal 23 Mei 2019 dengan rangkaian kegiatan Pembukaan Survailen, Kunjungan Singkat Laboratorium, Wawancara dengan MP dan penandatangan sertifikat, Assesmen, Penyusunan Laporan Ketidaksesuaian, Konfimasi Temuan dan Penutupan



Dari kegiatan Survailen dan penambahan ruang lingkup yang dilakukan di BPMHP Semarang oleh 3 (tiga) orang assessor memberikan hasil jumlah temuan atau ketidaksesuaian ada 17 (tujuh belas) temuan terdiri dari temuan Kategori 2 berjumlah 14 (empat belas) dan 3 (tiga) temuan kategori observasi.

================================================


IN HOUSE TRAINING ESTIMASI KETIDAKPASTIIAN
 PENGUJIAN MIKROBIOLOGI



Mikrobiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskopis dikenal dengan mikroorganisme atau jasad renik yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop.Begitu banyak keputusan-keputusan penting diambil berdasarkan hasil pengujian baik kuantitatif maupun kualitatif. Hasil-hasil tersebut digunakan, sebagai contoh, untuk menguji kesesuaian material terhadap spesifikasi tertentu atau terhadap suatu ambang batas yang telah ditetapkan.


Telah dipahami bahwa konsep ketidakpastian merupakan bagian penting dari hasil suatu analisis kuantitatif. Tanpa pengetahuan tentang ketidakpastian pengukuran maka pernyataan suatu hasil pengujian belum dapat dikatakan lengkap.




BPMHP Semarang telah terakreditasi ISO/IEC 17025 : 2017 sehingga wajib mengimplementasikan prosedur estimasi ketidakpastian pengukuran dalam setiap kegiatan pengujiannya. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Rapat BPMHP Semarang, tanggal 18 s/d 19 Juli 2019 dengan materi Teori Estimasi Ketidakpastian Pengujian Mikrobiologi dan Pengolahan Data Berdasarkan Matrik. Narasumber Sri Daryanti, APi, Msi dari Instansi Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan KKP



====================== 





“Perlukah Laboratorium Melakukan Pengukuran Kepuasan Pelanggan?
Laboratorium kerap kali mendapatkan keluhan dan kritikan dari konsumen mengenai produk atau jasa yang ditawarkan. Mungkin masih cukup banyak dari Laboratorium yang belum memperhatikan hal tersebut, sehingga konsumen merasa tidak mendapatkan perhatian atas keluhan dan kritikannya.

Biasanya Laboratorium yang tidak mengindahkan keluhan dari konsumen merupakan Laboratorium yang konvensional ataupun Laboratorium yang memiliki pimpinan yang kurang visioner. Karena pada dasarnya keluhan dan kritikan dari konsumen memiliki arti bahwa konsumen tersebut merupakan konsumen loyal yang mengungkapkan kecewanya dengan pelayanan dari Laboratorium. konsumen loyal adalah konsumen yang penting untuk dipertahankan oleh perusahaan, karena mereka memiliki kemungkinan yang besar untuk kembali menggunakan jasa atau produk dari Laboratorium.

Keluhan yang kemudian ditanggapi oleh Laboratorium dapat menjadi jalan untuk mencapai keberhasilan Laboratorium dalam mengelola konsumen loyal. Karena hal tersebut, secara langsung angka kepuasan konsumen atau pelanggan akan mengingkat, meskipun sebelumnya mereka memiliki keluhan dan kritikan untuk Laboratorium.  selengkapnya klik disini

=========================================================


ISO 9001 merupakan standard international yang mengatur tentang sistem manajemen mutu (Quality Management System). Adapun tulisan 2015 menunjukkan tahun revisi, maka ISO 9001:2015 adalah sistem manajemen mutu ISO 9001 hasil revisi tahun 2015. ISO 9000 berisi 20 elemen yang melingkupi keseluruhan proses desain, pembangunan, produksi, instalasi, dan jasa/ pelayanan.

Penerapan ISO 9001 dapat bermanfaat bagi instansi pemerintahan. Peningkatan prosedur kerja institusi yang membuat pekerjaan para pegawai menjadi lebih baik, membantu organisasi untuk mengembangkan operasi instansi berdasarkan sistem paperless, sistem operasi yang dikembangkan fleksibel dan dapat menampung masukan pegawai, dan mampu membuat objek studi kasus menjalankan “tugas dan fungsinya” dengan lebih baik.

Tahun 2018, BP2MHP Semarang mendapatkan pendampingan sertifikasi ISO 9001 : 2015 dari Biro Organisasi & Kepegawaian Setda Prov Jateng. Sebelum melaksanakan proses implementasi ISO 9001 : 2015 terdapat beberapa tahapan. Berikut ini adalah tahapan yang digunakan dalam implementasi ISO 9001 : 2015 yaitu :

1. Menilai Gap Analysis yang Ada dalam BP2MHP Semarang Produksi
Tahapan yang pertama dalam penerapan ISO 9001 : 2015 di BP2MHP Semarang ini adalah analisis proses dan prosedur yang berjalan dalam suatu organisasi. Konsultan akan menentukan seberapa besar gap atau perbedaan antara proses operasi BP2MHP Semarang dengan persyaratan dasar dalam penerapan ISO 9001 : 2015.

2. Melakukan Pelatihan dan Persiapan Implementasi ISO 9001 : 2015
Tahapan kedua ini dilakukan oleh seorang konsultan yang mengajarkan bagaimana cara memberikan pemahaman yang jelas pada karyawan tentang persyaratan serta prosedur ISO 9001 : 2015

3. Mengupayakan Pengembangan Sistem dan Dokumentasi BP2MHP Semarang
Konsutan ISO 9001 : 2015 mulai melakukan pembenahan pada BP2MHP Semarang terkait manual mutu, prosedur yang wajib, instruksi kerja, sampai dengan form – form yang harus dibuat.

4. Impelementasi Sistem dan Dokumen BP2MHP Semarang sesuai Persyaratan ISO 9001 : 2015
Pada tahapan yang keempat, BP2MHP Semarang mulai harus melakukan implementasi persyarakat ISO 9001 : 2015 dengan pengaturan sistem manajemen mutu yang sesuai. Ketidaksesuaian syarat yang dilakukan oleh BP2MHP Semarang ini akan berpengaruh terhadap penilaian audit yang dilakukan oleh BP2MHP Semarang.

5. Proses Audit Internal dan Tinjauan Manajemen ISO 9001 : 2015
Konsultan akan melakukan pemantauan ulang pada BP2MHP Semarang yang menerapkan persyaratan ISO 9001 : 2015. Penilaian ini sebelumnya juga diimbangi dengan pelatihan BP2MHP Semarang oleh konsultan ISO 9001 : 2015 tentang cara melakukan audit internal dan tinjauan manajemen.

6. Sertifikasi pada BP2MHP Semarang

Setelah penilaian yang dilakukan oleh konsultan terlampaui secara seluruhnya, maka BP2MHP Semarang yang dinilai memenuhi kriteria kelayakan serta kesesuaian dengan sistem ISO 9001 : 2015 akan langsung mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2015 yang diberikan oleh Badan Sertifikasi yang diakui. Tahapan penerapan ISO 9001 : 2015 yang terakhir ini dinyatakan sebagai penentuan label kelayakan BP2MHP Semarang untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2015.


















Denah Lokasi BP2MHP Semarang